welcome to our blog

welcome to our blog

Selasa, 09 Agustus 2011

KONFLIK INTERNASIONAL ANTARA INDONESIA DAN TIMOR LESTE


Masalah Batas Indonesia-Timor Leste Dibawa ke PBB


Kupang (ANTARA News) - Masalah perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste, khususnya di lima titik yang hingga kini belum diselesaikan akan dibawa ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Lima titik tersebut adalah Imbate, Sumkaem, Haumeniana, Nimlat, dan Tubu Banat, yang memiliki luas 1.301 hektare (ha) dan sedang dikuasai warga Timor Leste. Tiga titik diantaranya terdapat di perbatasan Kabupaten Belu dan dua di perbatasan Timor Leste dengan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).
Yoseph Aman Mamulak selaku Asisten Pemerintahan dan Kesejateraan Rakyat Setda Nusa Tenggara Timur (NTT) menyatakan bahwa, Lima titik yang belum final tersebut masih menunggu mediasi yang dilakukan PBB bersama pemerintah RI dan Timor Leste, usai menghadiri pertemuan membahas persoalan perbatasan yang digelar Lantamal VII Kupang di Kupang. Dia mengatakan, berlarutnya penyelesaian lima titik di perbatasan tersebut mengakibatkan penetapan batas laut kedua negara belum bisa dilakukan.
Di lima titik tersebut, ada dua hal yang belum disepakati warga dari kedua negara yakni penetapan batas apakah mengikuti alur sungai terdalam, dan persoalan pembagian tanah. "Tanah yang dipersoalkan di perbatasan merupakan tanah ulayat yang menurut warga tidak boleh dipisahkan," katanya. Semula, kata Mamulak, pemerintah Indonesia dan Timor Leste sepakat batas kedua negara adalah alur sungai terdalam, tetapi tidak disepakati warga, karena alur sungai selalu berubah-ubah. "Terkadang alur sungai masuk lebih jauh ke wilayah Indonesia, tetapi kadang masuk ke wilayah Timor Leste," katanya. Selain itu, ternak milik warga di perbatasan tersebut minum air di sungai yang berada di tapal batas kedua negara. Jika sapi melewati batas sungai terdalam, warga tidak bisa menghalaunya kembali, karena melanggar batas negara.  Dia mengatakan, warga kedua negara yang bermukim di perbatasan harus rela membagi tanah ulayat mereka, karena menyangkut persoalan batas negara. "Penyelesaian masalah perbatasan bisa dilakukan dengan adat setempat, "katanya. (*)



Tanggapan  :
Sebaiknya kita sebagai Bangsa Indonesia harus lebih hati2, karena sertiap perundingan apapun selalu hasil akhir sangat dirugikan, dan tidak ada penjelasan atau transparans. Laporan kepada masyarakat bangsa secara terbuka misalkan dalam lembaran negara, baik Laporaran dari perwakilan yg ditugasi berunding maupun pemimpin bangsa, mungkin sebagai catatan dan masukan rakyat bawah yg masih berfikir Nasionalis (NKRI). Selalu berfikir jangan - jangan  perundingannya hanya bohongan belaka (semua dapat dibeli / disuap ). Lihat dan ingat berapa pulau lepas dari NKRI berapa kerja sama kita rugi, berapa negosiasi / perjanjian kita lemah dan kalah.




Sumber : Koran Kompas tgl 23 Juli 2011 










KONFLIK ANTAR KELOMPOK DALAM MASYARAKAT TEGAL


KONFLIK ANTAR KELOMPOK DALAM MASYARAKAT KASUS TEGAL

DESA KARANGMALANG Kecamatan Kedungbanteng dan DESA HARJOSARI Kecamatan Suradadi terletak di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah . Telah terjadi pertikaian antara ke dua desa di Tegal ini . KRONOLOGI Peristiwa Sebagaimana diberitakan oleh berbagai media massa, peristiwa amuk massa di Tegal terjadi secara bergelombang. PERISTIWANYA BERMULA dari perkelahian antar kelompok kedua desa, yaitu warga Desa Karangmalang,Kecamatan Kedungbanteng dan warga Desa Harjosari, Kecamatan Suradadi, keduanya diKabupaten Tegal, Jawa Tengah. Kejadian Ini terjadi pada hari Minggu malam jam 23:00 WIB didekat rumah Sipon, warga desa Kampung Randu, Desa Harjosari yang menikahkan anak perempuannya dengan menanggap pertunjukan ‘wayang golek’. Saat acara wayang golek tersebut , tiba-tiba terjadi perkelahian . Dalam perkelahian tersebut,Bugel alias Karyono (25), seorang warga Desa Karangmalang tewas satu jam kemudian dalam perjalanan ke rumah sakit.
Tangan Bugel dibabat hingga putus dengan senjata tajam.
Tewasnya Bugel menimbulkan tindakan pembalasan warga Karangmalang terhadap warga Kampung Harjosari yang mayoritas tidak tahu menahu dan tidak mempunyai kaitan langsung dengan insiden Minggu malam tersebut . Serangan pertama dilakukan oleh warga desa Karangmalang terhadap desaKampung Harjosari pukul 04:00 WIB dan kedua pukul 07:00 WIB. Sebagai akibatnya, sebagianbesar rumah warga Harjosari yang menggantungkan nafkahnya sebagai petani dan pedagang berubah menjadi lautan api. Ratusan warga Karangmalang yang sudah melengkapidirinya dengan berbagai senjata tajam, pentungan, bom molotov dan jerigen berisi bensinmembakar dan memporakporandakan Desa Harjosari. Warga Desa Harjosari yang melihat gelagat berbahaya ini telah mengosongkan rumahnya dan meninggalkan desanya untuk menyelamatkan diri. Sebagian warga masih sempat menyelamatkan harta benda merekaseperti pesawat televisi, sepeda, ternak dan pakaian ala kadarnya. Pihak keamanan, sejak terjadinya konflik antar kelompok di Kampung Randu Minggu malam sebenarnya sudahmenduga akan terjadi aksi massa yang lebih besar. Namun aparat keamanan mengaku kebobolan karena aksi tersebut dilakukan oleh ribuan warga Karangmalang.
Pihak keamanan sudah melakukan upaya menutup jalur pintu masuk dari Desa Harjosari dan Karangmalang dan sebaliknya. Namun pihak keamanan
tidak dapat berbuat banyak ketika penyerbuan tersebut dilakukan melalui hutan jati yang langsung menembus Desa Harjosari.
Akibat aksi massa tersebut, menurut Kepala Desa Harjosari, dari sebanyak 368 rumah di Harjosari,sebanyak 129 rumah diantaranya dibakar dan 116 rumah lainnya dirusak secara membabi buta dengan tingkat kerusakan berat dan ringan Warga Harjosari yang menyelamatkan diritetap bertahan di pengungsian hingga Senin (10 Juli ) Ini berkisar 1.300 jiwa. Merekatetap bertahan hingga Selasa besok paginya, menunggu situasi kampung aman kembali. Langkah Tindak Lanjut Peristiwa tersebut telah membuat kalang kabut aparat keamanan setempat, yang segera hadir di tempat, yaitu Kepolisian Wilayah Tegal . Polisi telah menangkap 5 (lima) warga Desa Harjosari yangdiduga melakukan pemukulan terhadap Bugel dan kawan-kawan, yaitu Wasrin bin Kramat(27), Sarono (23), Supardi (23), Sukarjo (27) dan Hadi (22). Namun, tersangka yang didugakuat menusuk dan membabat tangan Bugel telah kabur sekeluarga. Beberapa warga yangterlibat amuk massa, beberapa di antaranya juga menghilang dari desanya.



Mereka tertangkap setelah petugas seharian menyisir kawasan hutan jati sekitar desa. Pasukan keamanan sebanyak 300 orang tetap disiagakan di kedua desa yang bertikai. Hingga Rabu (12 Juli 2000)sedikitnya 75 warga Desa Karangmalang yang diduga sebagai pelaku aksi amuk massaditangkap aparat kepolisian gabungan dari Kepolisian Resor Slawi dan Kepolisian WilayahPekalongan. Dari jumlah tersebut, 8 (delapan) di antaranya diduga sebagai provokator.Seorang tersangka provokator merupakan perangkat desa setempat dan seorang lagimerupakan pegawai negeri sipil. Warga yang tertangkap tersebut ditahan di MarkasKepolisian Resor Slawi, Kabupaten Tegal. Kepala Desa Karangmalang tidak keberatan warganya ditangkap asal pelaku pembunuhan warga Karangmalang juga diadili. Akhirnya Tim Penyidik Polres Tegal mulai memeriksa 300 warga Kampung Harjosari sebagai saksi.
Saksi-saksi tersebut diakui sangat kooperatif yang diduga merupakan karakter asli warga setempat .

Tanggapan :
Seharusnya, desa Karang Malang tidak boleh main hakim sendiri. Harus diselidiki dulu, apa dan siapa penyebab pembunuhan itu. Jadi, tidak semua warga desa Harjosari menjadi korban. Selain itu, aparat keamanan atau pihak yang berwenang harus lebih tanggap dalam mengatasi dan mengahadapi masalah ini.


Kamis, 21 Juli 2011

~ Keindahan Hati Seorang Ibu...(Cerita Renungan) ~

♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

السلام عليكم ورحمة الله و بركاته

Sayangilah Ibu kami ya Allah.....
          •       Ada sebuah cerita kasih, pada suatu hari seorang Pemuda sebut saja namanya Si Toyyib tidur lalu bermimpi. Dalam mimpinya, seolah-olah setiap orang bisa melihat bentuk hati di dada orang lain termasuk hatinya sendiri. Sekilas, ia sangat mengagumi dan terheran-heran dengan suasana ini. Lalu, Si Toyyib itu mengalihkan pandangan ke dadanya sendiri, ia sangat bangga ketika melihat hatinya berbentuk merah jambu utuh dan berkilauan. “Hati yang sempurna” katanya, “Tak bercacat dan tak bernoda”.
  • Lalu ia melangkahkan kakinya keluar. Ia mulai mengamati hati orang-orang di sekitarnya. Ada yang terpancar indah seperti miliknya, ada yang terdapat luka, ada yang besar, ada yang kecil, dan sebagainya. “Wow, luar biasa…” katanya lagi. Si Toyyib makin yakin bahwa hatinyalah yang paling sempurna karena ia tidak melihat ada hati yang lebih indah dari miliknya.

  • Pandangan si Toyyib terpaku saat melihat seorang wanita tua yang menggunakan penutup kepala. Wanita tua itu hampir tidak kelihatan wajahnya. Wanita tua itu berhati sangat besar tetapi tak berbentuk. Toyyib  pun heran kenapa banyak sekali lubang yang ternganga di hati orang itu. Ia berjalan mendekat ke arah si wanita tua dan bertanya kepadanya.

  • "Kenapa hatimu seperti itu? kenapa tidak berbentuk sempurna dan indah seperti milik saya?" Katanya setengah pamer. Jawab wanita itu, "Mungkin karena kamu masih terlalu muda dan belum begitu memahami dunia."

  •  Wanita tua melanjutkan, “Setiap saya mencintai seseorang, aku mencongkel hati ini dan kuberikan padanya. Begitu pula jika saya menolong orang, selalu ada serpihan hati yang kubagi pada orang itu. Dulu, saat saya masih muda dan bergaul dengan banyak sahabat, hati saya teriris-iris karena harus kubagi pada banyak sekali teman. Saat saya mulai menikah dan punya anak, hati saya hampir habis tersayat-sayat untuk memahami suami dan mengasuh anak.”

  • “Tetapi, ada suatu saat di mana orang-orang juga mulai membagi hati pada saya. Mereka juga belajar mengiris hatinya untuk menutup setiap luka di hati saya hingga bertumpuk-tumpuk, itulah sebabnya kenapa hati saya beberapa kali lipat lebih besar dari hatimu, sekalipun tidak berbentuk lagi. Memang, tidak semuanya mau berbuat demikian, itulah sebabnya kenapa masih banyak sekali lubang menganga di hati ini. Sekarang, hati siapa yang lebih indah? hatiku atau hatimu?”

  • Si Toyyib tertegun untuk sekian lama. Ia mulai menyadari bahwa hati wanita tua itu jauh lebih sempurna dari hatinya. Luka, cacat, dan banyaknya tambalan di hati wanita itu justru menjadikannya lebih indah dan lebih besar dari miliknya. Setiap lubangnya seolah berbicara tentang cinta dan ketulusan di kehidupan yang dijalaninya. Sejenak, si Toyyib mulai mengamati wajah wanita tua. Ia terperanjat ketika wanita tua itu ternyata ibunya sendiri.SubhanAllah....






*♥♥♥♥♥♥*•.¸¸.•´¯`•..*~Semoga Bermanfa'at~.* ..•´¯`•.¸¸.•.*♥♥♥♥♥♥*